Yah itulah judul yang tepat untuk tuisan kali ini.

Tgl 15 dan 16 tidurku benar-benar tidak nyenyak, ada sesuatu hal yang membuatku sangat ganjal. seringkali ditengah mata yang sangat mengantuk berat kala itu ada yang membangunkanku, dan mimpiku terbayang oleh wajah bapak. saat itu aku tidur di kamar dengan ukuran 3×8 m di kos sendirian, teman sekamarku saat itu tidak tidur di kamar seperti biasanya. Suasana saat itu sunyi sepi karena sebagian besar masih berada di perjalanan dari kampung halamannya menuju kembali ke tempat perantauanya di kota bintaro tangerang selatan demi menimba ilmu di kampus STAN untuk menghabiskan waktu liburan 2 minggu.

Begitu juga aku yang telah menghabiskan waktu 2 minggu liburan UAS 1 di rumah bersama Bapak, ibu, dan adik sementara Diana sedang menghadapi UTS dan tentu saja ia lebih memilih menetap di kosnya di PPM rawamangun. Tapi hari jumat siang tgl 15 aku sudah kembali ke kos dikarenakan tuntutan mengajar privat. tapi sesampai di kos, salah satu teman mengabari hari senin semua yang lulus dan naik di semester ke 2 harus membawa ijazah sebagai syarat kenaikan semester 2. hari minggu siang pun aku pulang ke rumah yang membutuhkan waktu tempuh 2 jam dari kampus stan untuk mengambil dokumen penting itu. sesampai di rumah aku membantu saudara kembarku, Diana mencuci baju orang tua kami dan adik kami. Setiap aku bertemu dengan Diana apapun masalahku pada saat itu juga aku tuangkan padanya apapun itu duka maupun suka. sampai-sampai kami lupa kalau kami sedang mencuci pakaian yang sangat banyak karena terlalu asyik mengobrol. begitulah indahnya menjadi anak kembar, ketika kami dipertemukan maka celoteh kami tak ada henti-hentinya membicarakan persoalan kampus, hubungan teman, bahkan dalil-dalil hadist dan alquran pun terkadang mencuat dalam pembicaraan kami.

pukul setengah tiga barulah bapak pulang kerja. Sifatnya yang begitu menyayangi anak-anaknya, istrinya dan saudara-saudaranya seringkali mengabaikan rasa lelahnya, rasa sakitnya.

Baru saja beliau sampai, langsung mencopot sepatunya, jaketnya, dan baju kerjanya. beliau langsung mendatangi kami dengan senyuman kebahagiaanya karena putri-putrinya yang beranjak dewasa ini bisa berkumpul di depan matanya lagi. Bapak sangat mengkhawatirkan kondisiku yang baru sampai rumah masih kelelahan tapi langsung mencuci terlebih cucian itu menumpuk banyak sekali, beliau merasa iba dan langsung menggulung celananya melepas semua pakaian atasnya dan langsung membantuku membilas pakaian. Padahal sudah kularang “gak usah pak” awalnya dengan nada pelan. tapi bapak menghiraukannya. “gak usah pak,  biar aku aja sm diana yang nyuci”. yah begitu kuatnya pendirian bapak tetap saja membantu kami membilas pakaian. padahal aku tahu bapak justru sebenarnya lebih merasa lelah daripada kami. Saat itu awan benar-benar sangat gelap, sementara sore itu juga aku harus kembali lagi ke kos karena esok pagi ada apel di kampus pukul 6 pagi. aku pun bergegas mencari ijazah di tas khusus berisi dokumen-dokumen penting. Kemudian kala itu bapak menawarkan diri untuk mengantar aku sampai kos yang  cukup jauh dari rumah dengan berawan gelap. Secara rasional pun semua orang tidak mungkin akan naik motor bolak-balik dari jakarta timur – bintaro – kembali ke Jakarta timur sementara awan mendung sudah mengawali tanda akan datangnya hujan yang deras.A palagi keringat lelahnya masih bercucuran tetap saja menghiraukan dirinya. Aku mengerti prinsip hidup bapak adalah mengutamakan anak-anaknya, istrinya, mertuanya, saudara-saudaranya dan teman-temannya. dirinya dinomor akhirkan. Aku dan ibuku bahkan seringkali jengkel pada bapak karena prinsip hidupnya yang terlalu mengutamakan orang lain, dirinya tidak dipikirkan atau dinomor akhirkan. Entah darimana prinsip itu diambil. Dalam 10 prinsip ekonomi pun aku tidak menemukan prinsip hidup bapak yang bisa dibilang cukup “sosialis” ini.  Berbeda dengan orang pada umumnya yang sangat “individualis”.

Kebiasaan ibu marah-marah dengan nada yang agak  tinggi itu pun muncul  apalagi ibu juga masih lelah baru pulang kerja “pak cepet anterin Diani ke pasar rebo, nanti keburu ujan, itu udah mendung banget”. Dengan sabar bapak menjawab tanpa emosi samasekali “iya nanti dulu ya, saya kan mau sholat ashar dulu”. “ohyaudah pak gapapa sholat dulu aja” balasku. Setelah sholat bapak sudah bersiap-siap, tapi tiba-tiba beliau berkata “ohiya saya baru inget belum makan dari pagi” sambil tersenyum-senyum menampakan giginya dan mengelus perutnya. Kami pun serempak tertawa melihat perilaku bapak yang meledek kami seperti anak kecil.

“Ya ampun pak dari pagi kok belum makan? yaudah pa makan dulu aja”.

“lah kamu ngga makan dulu diani?” Tanya bapak.

“ngga, aku masih kenyang pak”. Jawabku

“ohyaudah, saya makan dulu ya” jawabnya  dengan senyumanya yang begitu khas dan penuh rasa keikhlasan. walau dalam keadaan lelah dan kelaparan pun bapak tetap bisa tersenyum indah, entah mengapa aku sulit menirunya. Padahal seharusnya sifat fenotifnya ini juga menurun padaku. dan yang tidak pernah aku lupakan dari Bapak, setiap berbicara menggunakan bahasa yang baku, sekalipun berbicara dengan anak-anaknya dan istrinya, bahkan pada adik kami yang masih duduk di bangku kelas 3 SD dan anak-anak kecil lainnya. beliau memperlakukan tindakan yang sama pada semua orang yaitu kata-kata yang lembut,sopan, tidak ada unsur menyombongkan diri dan satu hal yang membuatku iri pada bapak adalah senyuman  khasnya yang menambah citra orang  baik lagi penolong bagi keluarga,teman dan tetangga.

Disaat beliau sedang makan, aku melakukan kebiasaanku ketika ada bapak yaitu menceritakan hal-hal yang baru yang aku dapatkan di hari itu, tak lupa aku bercrita hasil indeks prestasi semester pertamaku di STAN, bapak senang sekali mendengarnya sampai beliau mngucapkan “luar biasa!” sambil menunjukan jempol dan senyuman khasnya. Diana pun tidak mau kalah menceritakan persoalanya di kampus. Seringkali aku,Diana, dan Muti adik kecilku berebutan berbicara dengan Bapak karena menurut kami bapak lah pendengar yang paling setia. Setiap kami menceritakan suatu hal  Bapak mendengarkan dengan seksama dan lagi-lagi dibumbuhi dengan canda dan tawa. Kami senang melihat bapak dan ibu ketika kami bercerita tentang kampus kami dan hal-hal lainnya sampai mereka bisa tertawa dan tersenyum. Seringkali aku berpikir betapa bahagianya aku bisa bercanda ria bersama bapak, ibu, Diana, dan adik terus-terusan seperti ini.

Setelah sampai di pasar rebo, bis merah Agramas menuju Veteran sudah menunggu di halte. Aku pun bergegas turun dari motor dan menyalami tangan bapak. Tangannya begitu hangat seperti orang sakit. Ingin aku tanyakan “Bapak sakit?”. Tapi aku yakin bapak pasti akan menjawab “enggak, saya ngga papa”.

Aku hanya berkata “brangkat ya pak Assalamuallaikum”.

“waalaikumsalam. iya, hati-hati ya di jalan”

Sampai dikos aku di sms ibu, “diani,udah sampai kos belum?”, dan bapak ternyata juga sms ”Diani, Diana udah naik angkot menuju Rawamangun, kamu udah sampai kos belum?. Jahat sekali aku bermksud hemat sms, hanya membalas sms dari ibuku “iya aku aku udah sampai dari jam 5 sore ma”, pikirku bapak nantinya juga akan diberi tahu oleh ibu.

Malam senin itu aku tidak bisa tidur pulas lagi padahal kos sudah ramai. Hampir setiap jam seperti ada yang membangunkan ku. sampai pukul 3 pagi baru aku bisa tidur. Aneh, seperti ada yang janggal pikirku. Seperti biasanya pagi-pagi aku mengaji bersama teman-teman kos berangkat ke masjid mengaji alquran beserta maknanya dan bacaanya.

Sore pukul 4 aku berangkat mengaji lagi, seperti biasanya setiap sore kami siswa-siwi ppm bim mengaji hadist. Handphone pun seringkali aku tinggal di kamar kos. Pulang magribh baru aku sampai kos. Sesampai di kos aku berbuka puasa. Sambil bercanda tawa dengan teman-teman kos lainnnya aku makan sesuap  demi sesuap nasi. Barulah beberapa sendok nasi masuk ke dalam lambungku ada telephone dari Diana. Aku pikir Diana akan curhat seperti bisanya. Tapi kali ini berbeda,,

 

Awalnya aku bertanya “hallo Diana?” kali ini sangat mengherankan “suaranya menghilang tapi seperti terdengar orang menahan tangisan. “hallo Diana  kenapa?, masih saja telepon itu hening. “Diana kenapa? Diana?”.

Aku jadi merasa khaawatir dan takut jika ternyata kabar yang disampaikan Diana adalah kabar buruk.  “Diani, kamu belum baca sms aku?” barulah terdengar suara serak.

“Sms apa Diana? Aku tadi habis ngaji, sekarang lagi buka puasa. Knp Diana?” ,

Diana menangis pelan “’Bapak Diani,,, Bapak masuk rumah sakit”.

“sakit apa Diana?”  tiba-tiba bayangan wajah bapak berkelebat di depan mataku, air mataku mulai menetes.

“sakit jantung”.. Diana menjawabnya sambil menangis.

“Inalillahi,,,, kok bisa Diana??? Bapak kan ngga pernah sakit jantung?” saat itu aku menangis sejadi-jadinya. Ternyata benar kabar yang dibawa Diana adalah kabar buruk.

“iya. Tadi siang mama nelpon aku, tapi aku lagi kuliah, sorenya aku telpon mama. Kata mama sekarang bapak lagi di rawat di IGD.”

Seketika itu mendengar kata JANTUNG dan IGD sekujur tubuhku sangat lemas. Posisiku saat itu sedang berada di tangga kamar. Semua teman-teman kos ku menghampiriku menanyakan kabar buruk apa yang terjadi. Aku tidak bisa berkata apa-apa karena sekujur tubuhku sangat lemas. Hanya aku tunjukan sms dari Diana pada mereka “Diani, Bapak masuk rumah sakit, sekarang di rawat di ruang IGD”.

Saat itu sedang gerimis, makanan yang belum habis aku buang karena sudah tidak ada lagi nafsu makan. Karena sudah adzan isya, kami satu kos bergegas ke masjid sekaligus mendengar nasihat agama. Aku pun hendak membeli pulsa. Aku menangis terus-menerus sepanjang jalan. Bahkan saat sholat pun aku menangis sampai mataku memerah. Aku langsung menghubungi ibu

“ma., katanya bapak masuk rumah sakit ya? Gimana keadaanya?” aku bertanya sambil menangis

“Iya Diani. Bapak sekarang udah sadar” mama berusaha menenangkan. Tapi terdengar suaranya yang terbelenggu dengan tangisan.

“beneran ma?”

“iya, tadi ngobrol sama aku”.

Mendengar bapak bisa mengobrol dengan mama, hatiku jadi sedikit lebih tenang.

“bapak dirawat dimana ma? Besok insya Allah aku dateng ke rumah sakit, nanti izin sm dosen”

“Bapaknya di rawat di IGD, Rumah sakit Polri kramatjati. Kamu gapapa izin kuliah?

“gapapa ma, lagian ini masih minggu pertama kuliah “

“oh yaudah,,kamu berangkat kesinya pagi-pagi?”

“iya ma”

“yaudah aku pulang ke kos dulu ya ma, ini habis sholat isya di masjid”.

“ohyaudah kamu istirahat ya diani”

“iya ma, Assalamuallaikum”

“Waalaikumsalam”

Saat itu aku langsung pulang ke kos. Sebetulnya salah satu teman di tempat ngaji ada yang menawarkan diri untuk mengantar aku sampai veteran, tempat agramas melaju menuju ke pasar rebo. Tapi aku merasa tidak enak jika merepotkannnya, terlebih saat itu sedang hujan, aku pun menolaknya.

Sesampai di kos aku langsung menelpon Diana mengabarkan bapak sudah sadar dan besok aku izin kuliah. Aku memberi pesan pada Diana untuk shalat hajat, berdoa untuk menyembuhkan org yang sakit dan membaca alquran serta shalat malam. Diana pun mengiyakannya. Setelah mengambil air wudhu barulah hatiku merasa yakin Allah pasti menyembuhkan sakitnya bapak, apalagi bapak tidak pernah sakit.

Akan tetapi, selama shalat hajat air mataku tidak bisa membohongi hatiku, aku shalat sambil menangis terlebih saat berdoa. Aku berdoa memohon pada Allah agar menyembuhkan sakitnya bapak, agar aku sempat bertemu bapak lagi, agar aku bisa berbincang-bincang dan bercanda tawa seperti hari minggu sore kemarin. Begitu juga saat membaca alquran, air mataku bercucuran tak habis-habis. Aku membayangkan alat-alat medis yang digunakan bapak terbayang sangat mengerikan. Ada tabung  oksigen, ada layar pendeteksi denyut jantung, dll. Baru kali ini aku tidak bisa menghentikan tangisanku. Ingin rasanya cepat-cepat beranjak ke rumah sakit menjenguk bapak. Tapi badanku terasa sangat lemas. Semua tenaga seperti hampir terserap habis oleh air mataku yang terus menerus bercucuran.  Akhirnya aku membaringkan badanku diatas kasur. Lagi-lagi sekelebat wajah bapak muncul di depan angan-anganku. Perasaan cemas, takut, dan khawatir teraduk menjadi satu. Aku juga memikirkan ibu ku yang menemani bapak hanya dengan seorang tetangga yang baik hati sekali mau menemani ibuku. Sedangkan anak-anaknya masih bernjak di tempat kosnya. Aku dan Diana sama-sama sangat lemas badannya. Aku tidak mengerti harus apa, pikiranku seperti menghilang terbawa angan-angan yang mengerikan. Aku terus-menerus menghadap ke langit berdoa kepada Allah  Zat yang menghendaki datangnya sakit dan sembuhnya penyakit. Aku percaya sekali doanya org iman itu mustajab, insya Allah terkabul.

Ketika hendak tidur seraya dalam hati berkata “Bapak pasti sembuh, bapak kan orang nya kuat dan lebih sehat daripada aku, Bapak disana yang kuat ya pak” . Mengingat sebulan sebelum kejadian itu aku dan bapak berangkat membeli tas di PGC dengan berkendaraan motor kami diguyur hujan yang lebat. Kami sama-sama tidak menggunakan pelindung jaket hujan. Saat itu aku langsung terbatuk2, flu, dan radang tenggorokan, padahal sudah menjelang uas. Sedangkan bapak samasekali tidak sakit atau mungkin sebenarnya bapak merasa sakit tapi tidak mengeluh seperti aku. Saat itu bapak sangat mengkhawatirkan kondisi kesehatanku. Di STAN berlaku aturan nilai minimum tiap matakuliah minimal D. bapak selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, bapak tidak mau aku jatuh untuk yang kedua kalinya setelah sebelumnya gagal masuk STIS yang sangat mengecewakan. Saat mendengar aku sakit sampai seminggu di kos hanya terbaring di atas kasur, bapak langsung menjenguk sambil membawa susu beruang dan biscuit malk*** yang selalu dibelikan setiap aku kembali ke kos. Itu sangat membuat hatiku berbunga.

Tapi disaat bapak berbaring menahan kesakitan yang luar biasa di rumah sakit, betapa bodohnya aku justru terdiam membisu di kamar kos. Harusnya aku bisa mengumpulkan tenaga-tenagaku demi bapak. Sebagaimana bapak sepulang kerja tanpa memikirkan rasa lelahnya berangkat ke kos ku dengan ibu hanya untuk menjenguk anaknya yang tidak tahu diri ini.

Esok paginya aku berangkat mengaji alquran. Setelah itu aku langsung bergegas dari kos. Tiba-tiba hp ku bordering ada pangilan dari mama.

“Diani, kamu udah berangakat?”  kali ini mama tidak menutupi tangisanya, pertanda mama sangat membutuhkan keberadaanku disana.

“ini ma bentar lagi jalan”

“cepetan diani, cepetan kesini”

“iya mama, mama yang tenang ya, banyak2 doa terus. Insya Allah Bapak sembuh ma”  aku berusaha menenangkan mama.

“ya pokoknya kamu cepetan kesininya”

“iya ma.. ini aku mau berangkat”

Setelah telpon ditutup,  kepalaku tiba-tiba seperti melayang, aku menghiraukan sarapan. Aku memikirkan ucapan mama yang menangis terus-terusan.

Aku langsung menelpon Diana “Diana kayaknya kamu juga harus ke rumah sakit sekarang”.

“Haaaaaaa… Bapak kenapa bapak kenapa??” Diana menangis menjerit ketakutan. Aku pun jadi ikut menangis,,

“istighfar Dianaaaaa,,,  ga boleh gitu Diana, kita harus husnudzonbillah, doanya org2 iman itu mustajab, insya Allah bapak sembuh Diana” aku berkata sambil setengah berteriak memberikan penegasan pada Diana agar tidak berpikiran yang negative.

Tetap saja Diana menjerit dan menangis. Akhirnya aku meminta Tari, teman kos Diana sekaligus sahabatku yang mengangkat teleponya.

“Tari amalsholeh tenangin Diana. Kamu ada kuliah ga? Klo ga ada amalsholeh temenin Diana ke Rumah sakit, bisa ga?

“aku ada praktikum, tapi gpp nanti aku temenin Diana. Diana dari semalem nangis terus”

“jaza killahu khoiro Tari”

“Amiin”

Aku menutup teleponya dan segera bergegas berangkat ke rumah sakit dengan badan yang lemas sekali. Tapi aku harus kuat dan mengumpulkan tenaga-tenagaku demi Bapak.

Untungnya salah satu teman kos ku  mau memberikan “tebengan” sampai Veteran. Sampai di Veteran sambil menunggu bis Agramas aku ditelpon mama lagi

“Diani kamu udah sampai mana sih? Kok lama banget” . mama menelpon lagi, suara tangisanya sangat jelas. Saat itu aku ingin menangis seperti mama, tapi rasanya tidak etis menangis didepan banyak orang yang tak mengenal ku.

“aku sekarang lagi nunggu bis di Veteran ma”

“haduuhhh ko baru nyampe Veteraran si Diani”  suara mama seperti terdengar orang yang sangat cemas dan takut sembari menangis yang menjadi-jadi.

“iya tadi macet ma. Mama yang tenang ya ma. Banyak2 doa insya Allah bapak sembuh” ”  aku hanya bisa berkata seperti  itu untuk menenangkan hatinya.

“iya, yaudah kamu cepetan ya diani” Telponya langsung dimatikan.

Bis agramas tidak juga kunjung tiba. Aku kembali menelpon mama untuk berbicara dengan tetangga yang menemani mama.

“Hallo Ibu?”

“iya Diani”

“ibu tolong tenangin mama dulu ya.. aku masih di Veteran. Bapak sekarang kondisinya gimana bu?”

“bapak gapapa kok, Diani juga yang tenang ya, hati-hati dijalan”

“iya bu, makasih banyak bu”

Sesampai di pasar rebo aku bernegosasi dengan tukang ojeg

“pak dari sini ke rmh sakit polri kramjati berapa?”

“35rb”

“ga 20rb pak?”

“30rb deh”

“yaudah 30rb tapi yang cepet ya pak, ngebut jg gpp”

Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya aku melafadzkan doa dan dzikir agar bapak sembuh. Tapi kira-kira 10menit sebelum sampai di depan gerbang RS.polri kramatjati ada beberapa tulisan yang membuat hatiku jadi semakin takut dan cemas “PULANG”  dan “KEMBALI”. Tapi hati kecilku terus mendorong pikiranku agar memberikan mindset yang positif.insya Allah bapak sembuh. Air mataku kembali membasahi pipiku.

Sampai di depan RS.polri kramatjati aku langsung membayar ongkos ojeg. Dan begegas menuju ruang IGD sambil membaca tulisan petunjuk-petunjuk yang sedikit membuatku bingung. Tak lama kemudian aku sampai.

Disana aku lihat ada mama yang sedang menangis meraung-raung. Ketika aku sampai aku langsung dipeluknya.

“Diani bapane …” (menggunakan bahasa jawa. red “diani bapaknya”) sambil menunjuk kearah jenazah yang sudah diselumuti selimut cokelat muda milik rumah sakit dan satu lagi selimut itu aku kenal, itu selimut hijau milik mama. Seketika sekujur tubuhku sangat lemas, sangat lemas dan hampir saja aku robohkan badanku. “ Ya Allah apakah ini mimpi? Aku harap ini hanya sebuah mimpi, Ya Allah aku harap dibalik dua selimut itu bukan bapakku, Ya Allah aku baru saja tadi pagi menolong agamamu kenapa Engkau tidak menolong Bapakku?”

Lantas airmataku kembali membasahi pipiku. Aku ingin menangis menjerit seperti mama dan merobohkan badanku di depan bapak yang  sudah menjadi jenazah,  tapi mama butuh pelukanku. Aku  berusaha mengumpulkan sisa-sisa tenagaku lagi demi Mama.

“sabar ma, sabar…”

(Insya Allah nanti ada cerita kelanjutanya lagi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Media Online di Indonesia

Media online adalah media massa yang tersaji secara online di situs web. Media online dianggap sebagai “generasi ketiga” setelah media cetak (printed media) misalnya koran,tabloid,majalah,buku; dan media elektronik (electronic media) misalnya radio dan televisi. Media online merupakan jurnalisme online karena merupakan produk jurnalistik online. Menurut wikipedia, Jurnalisme online adalah pelaporan fakta atau peristiwa yang diproduksi dan didistribusikan melalui internet. Isi media online berupa teks, visual (gambar atau foto), audio dan audio visual (video).

Kehadiran media online telah menjadi kebutuhan akan informasi dan komunikasi yang cepat, up-date, kontekstual, dapat di akses kapan saja dan dimana saja. Kini media online telah menjadi lifestyle (gaya hidup) masyarakat perkotaan terlebih lagi internet sudah mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat.

20130412internet wifi-hotspot

Media online memiliki banyak sisi positif dan keuntungan baik bagi perusahaan pers maupun bagi masyarakat pembaca. Media online dapat memuat berita dengan kapasitas luas karena halaman website dapat menampung naskah sangat panjang. Publishing dan editing naskah pun bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, sehingga memberikan kesempatan waktu yang fleksibel bagi perusahaan pers dan lebih cepat diakses oleh pembaca. Dengan media online, masyarakat tidak hanya mendapat informasi dan berita yang aktual dan update, masyarakat sebagai penikmat/pembaca media online juga dapat memberikan pendapat dan komentar di kolom komentar. Dengan demikian media online dapat dikatakan media yang paling interaktif karena pada saat membaca berita atau informasi, pada saat itu juga pembaca dapat mengomentarinya. Bahkan ada beberapa media online yang memberikan kolom opini pembaca untuk kesempatan kepada pembaca mengirimkan tulisan opininya mengenai berita yang termuat.

Di Indonesia media online pada awalnya hanya memindahkan isi berita yang yang ada di surat kabar/koran ke media internet. Namun pada tahun 1998, http://www.detik.com telah menjadi pelopor website jurnalisme online yang mempublikasi berita online tanpa versi cetak.

Namun kini perusahaan pers lain sudah banyak yang mengikuti perkembangannya. Beberapa media online di indonesia yang terpopuler yaitu www.detik.com, www.tempo.co, dan www.tribunnews.com.

Detik.com merupakan salah satu anak perusahaan CT Corp (PT. Trans Corporation). Detik.com memiliki tampilan website yang cukup menarik dilihat dari banyak warna dan gambar memberikan kesan berita yang termuat adalah berita ringan dan mudah dimengerti pembaca. Berita yang termuat di web ini paling up-datedan paling cepat diakses. Detik.com pun memuat kolom-kolom yang cukup banyak menarik perhatian pembaca, yaitu  wolipop,  SepakBola, detikSport, detikNews, detikFinance, detikHealth, detikHot, detikInet, detikTravel, detikOto, detikFood, detikFoto, dan detikTV (dokumen trans7 dan transTV). Selain itu ada baberapa kolom yang dimuat untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat pembaca mengirimkan opininya yaitu di kolom detikForum, BlogDetik, OpiniAnda, SuratDari Buncit, dan SuratPembaca.

Berikut adalah tampilan halaman awal (home) dari website www.detik.com dengan tagline “situs warta era”

 detik.com baguss

Kemudian berikut adalah tampilan detikTV yang memuat video berita terkini:

detik.com dan CT crrop

Dengan adanya detikTV pembaca lebih mendapat informasi yang aktual, berita bukan hanya bersumber dari  teks saja tapi juga bisria didapat d video yang tersajikan di web ini.

Kelebihan lain yang dimiliki media online ini adalah detik.com juga menyajikan Majalah Detik dan Majalah Male secara cuma-cuma , untuk mengunduhnya cukup klik “Download” pada kolom majalah.

detik.com2

Berita yang termuat di detik.com juga cukup singkat, padat dan jelas. Namun tidak mencakup semua substansi masalah pada suatu berita. Bahkkan terkadang muatan berita terkesan dibenarkan dan dilebih-lebihkan.

Media online populer lainya adalah Tribunnews.com.  Tribunnews.com adalah situs berita online yang dipublikasikan oleh PT. Indopersda Primamedia. Situs berita online dengan tagline “Berita Terkini Indonesia” ini, berkantor pusat di Gedung Group of Regional Newspaper Kompas, Jl. Palmerah Selatan No.3, Jakarta Pusat. Konten dalam situs ini cukup sederhana yaitu Nasional, Regional, Internasional, Jakarta, SuperBall, Sport, Seleb, Bisinis, Lifestyle, Images, dan Lainya. Kolom lainnya memuat berita populer, top stories, local breaking news, tags popular topik dan  game pilihan. Tampilan dengan background putih cukup memberi kesan situs yang sederhana hanya saja terlalu banyak iklan yang di tampilkan, sehingga untuk membaca di halaman awal cukup mengganggu pembaca karena harus menutup jendela-jendela iklan terlebih dahulu. Berikut adalah halaman awal situs www.tribunnews.com

tribun2

Media online terakhir yang akan saya jelaskan disini adalah Tempo.co. tempo.co (sebelumnya bernama Tempointeraktif) merupakan portal web berita dan artikel daring yang didirikan oleh PT Tempo Inti Media, Tbk. Isi berita situs ini mirip seperti detik.com, dibagi berdasarkan jenis-jenis berita, yaitu Berita Terkini, Berita Utama, Seleb!, Berita Pilihan, Olahraga, Politik, Bisnis, Foto, FOKUS, Infografis, Gaya, Metro, Dunia Tekno, Otomotif, Properti.

Judul berita-berita di situs ini cukup menarik karena menggunakan bahasa yang formil, begitu juga dengan isinya. Isi berita tempo.co sebagian besar mengungkap berita secara dalam dan tajam. Terlihat jelas situs ini juga menyajikan infografis  yang menambah lebih jelas beritanya. Lebih menarikny lagi, tempo.co menyajikan berita ter-link ke berita lain yang saling berkesinambungan, sehingga pembaca akan memahami berita update secara aktual dan informatif. Iklan yang ditampilkan pun tidak mengganggu pembaca. Namun tempo.co tidak menyediakan majalah gratis layaknya majalah yang di terbitkan detik.com. Tempo.co menarifkan harga majalah yang di unggah.

Berikut adalah tampilan tempo.co yang terlihat elegan:

tempo.co

Dan ini adalah tampilan infografis yang menampilkan ringkasan kronologi berita:

infografis tempo

Dengan demikian website media online yang patut ditiru Media center STAN adalah tempo.co. Selain  beritanya yang aktual dan informatif, website ini juga menyajikan fasilitas “link to” pada “news maker” yang namanya sedang booming di masyarakat.

Siapa Bilang Jurnalis Bukan Profesi yang Menjanjikan?

Bicara soal jurnalis, mungkin akan lebih akrab jika kita terlebih dahulu mengenal istilah “jurnalistik”. Apa yang dimaksud dengan jurnalistik? Kata jurnalistik berasal dari kata journal atau dujour yang berarti “hari”, dimana segala berita sehari itu termuat dalam lembaran yang tercetak atau yang biasa dikenbal dengan media cetak. Jurnalistik diartikan sebagai suatu proses meliput, mengolah dan menyebarkan peristiwa, opini atau pandangan kepada masyarakat. Jurnalistik selalu berhubungan erat dengan wartawan. Menurut ilmu jurnalistik wartawan adalah orang yang melakukan kegiatan jurnalistik atau orang-orang yang mencari berita untuk dinikmati masyarakat pembaca.

Di dunia Jurnalisme (Dunia kewartawanan) seorang wartawan lebih familiar dengan sebutan jurnalis yaitu orang yang bergerak di bidang jurnalistik. Seorang jurnalis dalam tugasnya memberikan informasi kepada pembaca. Untuk itu apa yang diinformasikan oleh jurnalis harus disajikan secara akurat, aktual (menurut KBBI: arti aktual adalah betul-betul ada atau terjadi sesungguhnya ), dan memenuhi kaidah-kaidah Kode Etik Jurnalistik.

Lalu untuk apa seorang jurnalis mempelajari ilmu jurnalistik? Sebagian besar orang menganggap menulis hanyalah pekerjaan yang banyak menyita waktu bahkan mereka mengira menulis tidak membutuhkan ilmu khusus layaknya seorang scientist yang mempelajarai sains sampai benar-benar mendalam. Padahal menulis sendiri merupakan  kegiatan yang dapat menghilangkan rasa kepenatan dan rasa stress yang kerap kai muncul ditengah kesibukan aktivitas sehari-hari. Dengan menulis seseorang dapat menginterprestasikan opini (menurut kamus KBBI: arti opini adalah pendapat; pikiran; pendirian) yang sedang dipikirkan dan ingin di sampaikan keluar, hanya saja terkadang interpretasi pikiran dan isi hati dengan lisan atau secara spontan tidak dapat mewakilkan semua yang ingin disampaikan. Akan tetapi dengan menulis seorang jurnalis dapat menyampaikan segala pikiran,opini dan isi hati yang ingin dikuak secara menyeluruh. Jika seorang penulis sudah terbiasa melakukan kegiatan tulis-menulis maka untuk membuat sebuah karya tulisan, misalnya  essay, yaitu sebuah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara ringkas sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya , bukanlah hal yang sulit.

Untuk menghasilkan sebuah tulisan yang menarik dan kontrukstif, seorang jurnalis juga membutuhkan ilmu jurnalistik untuk mengetahui bagaimana prosedur menulis yang baik, misalnya di dunia jurnalistik dikenal metode Piramida Terbalik (Inverted Pyramid) yang merupakan konsep, formula, struktur, atau pola penulisan berita  yaitu informasi yang paling menarik dan penting ditempatkan di bagian awal naskah, isi, atau tubuh berita (news body). Sedangkan Pengertian Piramida Terbalik , menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah (1) bentuk atau bangun seperti piramida yg puncaknya di bawah; (2) bentuk susunan naskah berita yg mendahulukan klimaks dan diikuti oleh bagian yg kurang penting sampai ke yg tidak penting.

Image

Dengan pola Piramida Terbalik ini, naskah berita biasanya diawali dengan unsur 5W (Who, What, When, Where, Why) + 1 H(How). Penggunaan pola Piramida Terbalik dalam teknik menulis berita bertujuan agar pembaca dapat segera mengetahui inti berita. Dengan demikian, penulisan berita berpola Piramida Terbalik ini sesuai dengan perilaku umum pembaca yang biasanya hanya membaca judul berita (head reader) atau hanya sekadar membaca teras berita (lead reader). Dengan demikian, pola Piramida Terbalik menuntut wartawan pandai memilah dan memilih fakta atau unsur berita mana yang sekiranya paling menarik dan penting bagi pembaca.

Selain dengan metode Pola Piramida Terbalik, seorang jurnalis juga ditruntut menulis dengan metode “Cover both side” , yaitu memetakan kedua belah pihak, tidak berat sebelah, sehingga pembaca dapat memberikan opininya tersendiri tanpa terpengaruh dengan sebuah tulisan atau berita.

Untuk menyajikan berita yang menarik, jurnalis dituntut oleh media pers untuk menambahkan feature yaitu berita ringan yang biasanya bertemakan human interrest. Misalnya dengan menambahkan rubrik sport,entertainment,sains, dll. Hal itu dimaksud agar pembaca semakin tertarik untuk membaca pers tersebut. Mengingat media cetak kini semakin bersaing dengan media elektronik. Walaupun kedua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangan, namun media cetak memuat berita lebih banyak dan menyeluruh. Bahkan, sebagian besar penikmat media cetak mengakui esensi berita yang ada di media cetak lebih aktual dan informatif dibandingkan berita yang disajikan di media elektronik karena media elektronik hanya menyajikan berita yang sepintas saja. Sehingga pelanggan berita media cetak pun tidak kalah banyak dengan media elektronik, terutama seorang pebisnis dan politisi yang membutuhkan berita terkini yang aktual dan informatif. Hal ini tentunya menjadi peluang ladang bisnis bagi seorang jurnalis.

Kesimpulannya, jurnalis bukanlah profesi yang tidak menjajikan seperti yang dibayangkan masyarakat pada umumnya. Hanya saja butuh ketekunan untuk menjadi seorang jurnalis yang profesional dan handal.

Nikmat Tuhan yang ‘Paling Nikmat’

Salam hangat Kawan! Kali ini saya ingin bercerita mengenai tubuh manusia yang diciptakan secara luar biasa! Coba Anda perhatikan tubuh Anda sendiri dari mulai ujung kepala hingga ujung kaki. Adakah yang cacat? Jika memang ada bagian tubuh atau organ tubuh Anda yang rusak(abnormal), apakah ada yang mampu memulihakan kembali hingga normal seperti sediakala? Adakah pakar dokter yang kita anggap super pintar itu, mampukah mereka menormalisasikanya? Apakah ada toko reparasi tubuh manusia layaknya bengkel tempat memperbaiki bagian-bagian motor yang rusak?

Semua bagian tubuh itu penciptaanya membutuhkan pemikiran dan perhitungan yang sistematis dan ketepatan yang akurat. Sedikit saja ada kesalahan maka homeostatis (keseimbangan tubuh) akan terganggu. Pencipta kita Allah SWT. benar-benar  luar biasa. Dia menciptakan berjuta-juta manusia setiap harinya melalui perantara rahim ibu dengan tangannya sendiri tanpa bantuan orang lain, akan tetapi Dia mampu memperhitungkan dan memikirkan setiap sel yang terbentuk hingga bermilyaran sel membentuk organ, kemudian organ-organ tubuh saling berkesinambung membentuk sistem (sistem pencernaan,sistem koordinasi,sistem gerak, sistem pernapasan,sistem ekskresi,sistem reproduksi, sistem imunitas) yang masing-masing unit sistem bekerja sama melakukan pekerjaannya sesuai dengan ritme laju pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia. Namun, kita tidak menyadari betapa banyak sel-sel yang  dilibatkan untuk membangun sistem-sistem dalam tubuh manusia sepanjang hidupnya. Berulang kali Tuhan mengganti sel-sel tubuh yang mati dengan yang baru, contoh kecil yang terlihat adalah pada saat sel kulit mati, lapisan dibawah epidermis kulit langsung membentuk sel-sel baru dan menggantikan peran sel-sel mati (sel yang mengelupas).

Itu barulah contoh kecil saja. Contoh lainya, ketika tubuh kita terluka (baik luka luar maupun dalam), tanpa melihat siapa orang itu,miskin atau kaya, wanita atau laki-laki, anak-anak remaja dewasa maupun manula, iman tidak kah orang itu, Tuhan tidak pernah membedakan. Sekalipun orang itu tidak mengakui keberadaaNya (kaum Atheis), Tuhan tetap ridho dan ikhlas menciptakan sel leukosit (sel darah putih) untuk memakan bakteri patogen yang menggrogoti luka tsb. Ditambah lagi, Tuhan menciptakan sel trombosit (keping darah) untuk menutupi luka tersebut dengan membentuk anyaman (berwarna hitam garis-garis) hingga proses penyembuhan selesai, luka kita pun dalam waktu beberapa hari menghilang berkat sel-sel ciptaanNya itu. Kita pun tidak lagi merintih kesakitan. Sungguh luar biasa! SubhanTuhan! Adapun badan kita demam panas itu adalah pertanda sistem imunitas tubuh sedang membentuk antigen untuk melawan antibodi (zat asing dari luar tubuh) sehingga terjadi peradangan (inflamasi) sebagai proses penyembuhan yang menyebabkan suhu tubuh kita menjadi panas. Jadi jangan langsung panik apabila badan kita sedang panas, kecuali jika panasnya sangat tinggi, harus segera periksa ke dokter.

Kemudian ada lagi eritrosit (sel darah merah) yang jumlahnya bermilyar-milyaran itu senantiasa diperintahkan olehNya untuk mengedarkan nutrisi dan oksigen pada seluruh bagian tubuh. Sehingga semua organ dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Sel-sel otot pun setiap hari di beri asupan nutrisi yang pas dan seimbang, sekali lagi dengan perhitungan yang tepat! Sehingga otot-otot kita dapat menggerakkan jari-jemari kita, kaki-kaki kita bisa berjalan, tangan kita bisa bergerak dan melakukan segala aktivitas sehari-hari.

Beberapa hal yang baru saja saya pikirkan, beberapa menit sebelum saya menuliskan artikel ini, saya sedang merasakan ritme denyut jantung di pembuluh nadi di sekitar pergelangan tangan. Anda juga bisa melakukannya. Denyut jantung merupakan gambaran jantung yang sedang memompa darah.

Berikut cara menghitung denyut nadi:

  1. Tempel dan tekankan (Jangan terlalu keras) tiga jari (telunjuk, tengah, manis) salah satu tangan pada pergelangan tagan yang lain. Temukan denyut nadi Anda. Setelah itu, barulah Anda mulai menghitung.
  2. Hitunglah denyut nadi Selama 15 detik. Kemudian, hasilnya dikalikan 4

Keterangan:

Denyut nadi pada orang yang sedang berisitirahat adalah sekitar 60 – 80 permenit untuk orang dewasa, 80 – 100 permenit untuk anak-anak, dan 100 – 140 permenit pada bayi. Namun denyut nadi bisa lebih cepat jika seseorang dalam keadaan ketakutan, habis berolah raga, atau sakit panas. Umumnya denyut nadi akan meningkat sekitar 20 kali permenit untuk setiap satu derajat celcius penderita sakit panas.

Jika Anda sedang dalam kondisi yang sehat kemungkinan denyut nadi Anda ada dalam angka 60-100 kali per menit. Pertanyaan saya, Apakah Anda pernah berfikir, bagaimana jika Tuhan menciptakan jantung Anda secara tidak normal? Misal katup trikuspidalis dan bikuspidalis pada jantung membuka menutup secara tidak normal, sehingga ritme jantung Anda terlalu cepat atau mungkin terlalu lambat? Atau adanya plak kolesterol (lemak jenuh) yang menyumbat pembuluh darah Anda hingga menyebabkan jantung koroner? Atau Jantung Anda terlahir tidak sempurna dengan  foramen ovale1 yang terbuka (biasa disebut jantung bocor) sehingga Anda harus menjalani opname dan operasi? Atau bisa jadi jantung Anda harus ditransplantasi (cangkok jantung) yang hanya mampu bekerja memompa darah tak lebih dari 10-15 tahun. Dan berbagai macam kelainan jantung lainya yang tidak bisa saya sebutkan. Sekarang Anda lepaskan! Pikirkan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pernahkah Anda  melihat seseorang dari kerabat,saudara atau pun keluarga menderita salahsatu dari penyakit-penyakit itu? Pernahkah Anda berfikir, bagaimana jika suatu hari penyakit itu menghampiri Anda?

Saya tidak mengajak Anda untuk berpikir negatif megenai diri Anda. Saya hanya mengajak Anda untuk mengingat betapa nikmat Tuhan yang satu ini sangat berperan penting dalam hidup kita dan disebut-sebut sebagai nikmat yang “paling nikmat”, karena tanpa tubuh yang sehat dan kuat kita tidak dapat menjalani ibadah dan aktivitas lainnya. Hal ini menunjukan Tuhan menyayangi pada semua makhluknya. Bersyukurlah jika kita diciptakan dalam keadaan yang sehat dan fisik yang normal. Jika memang ada kelainan pada tubuh Anda, sehingga Anda terjangkit suatu penyakit, maka bersabarlah. Tetap berdoa dan berikhtiar kepada Tuhan. Jadikanlah penyakit itu sebagai alarm kita untuk senantiasa mengingat Tuhan ketika kita jatuh sakit. Akan tetapi, sakit bukan berarti dijadikan alasan untuk bermalas-malasan ibadah dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

 

Mungkin itu hanyalah segelintir nikmat-nikmat Tuhan yang bisa saya sebutkan.  Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca dan visitor blog saya.

 

 

Fote note: 1foramen ovale: adalah defek (katup) yang memisahkan antara atrium kanan dan kiri yang akan memungkinkan darah dari atrium kanan mengalir ke atrium kiri dan foramen ovale ini adalah anatomi jantung pada janin, keadaan ini adalah normal. karena janin masih menggunakan sirkulasi dari ibunya. pada saat bayi lahir maka seiring dipotongnya tali pusar, foramen oval akan tertutup dengan sendirinya. Jika foramen ovale tidak tertutup sempurna maka daarah akan mengalir dari atrium kiri ke atrium kanan, yang menyebabkan jantung bocor.

 

  be-grateful            nikmat tuhan

"Maka nikmat Tuhan mana yang Kamu dustakan?“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman : 13)

 

4 Tipe Karakter Manusia (Melankolis,Sanginis,Plegmatis,Sekuleris)

MELANKOLIS:

Ini adalah sifat yang paling dominan yang melekat dalam diri gw. Sifat pemurung dan sensitif yang gw miliki terkadang mengesankan  gw ini berlebihan. bahkan bbrp teman memberikan pendapat yang miris kalau gw itu “Freak” yang artinya “aneh” , Ada juga yang menganggap gw ini “egois” padahal bkn bermaksud mementingkan kepenting gw sendiri, tapi mrk menganggap gw terlalu sensi dan egois.  Kemudian sifat ambisius yg terlalu tinggi terkadang membuat ibu gw ngga percaya dengan impian2 yang gw utarakan..

 “Halahhh, mimpi kok jadi dokter, kayak punya duit aja, inget bapakmu bentar lagi pensiun!” ..

“Halahhh ngapain si mikir2 kuliah di luar negeri (Jepang), emangnya kamu pikir hidup diluar negeri itu gampang?” dsb…  

 Dan negatifnya, gw ngga pernah cerita masalah2 yg sedang gw hadapi sekalipun dengan temen deket  dan keluarga. alasanya, karena gw nggak mau nambah beban pikiran orang lain, cukup gw aja yang nanggung dan merasakanya. Oya, gw juga nggak prnah menganggap siapa pun temen yg di dekat gw adalah sahabat, skalipun doi sgt baik sm gw, dan sehari-hari kmn2 bareng sm gw, karena menurut gw mereka semua sama, sama2 kadang baik kadang ngeselin. Tpi gw selalu berusaha berteman dengan melihat sisi positifnya,mnurut gw seburuk2nya org pasti punya sifat baik, walaupun itu banyak maupun hanya sedikit.

Tapi gw sangat selektif dalam memilih teman, makanya temen gw nggak bnyk2 bgt, karena gw takut terrtular nakal. ada pepatah mengatakan

“ketika apel busuk dimasukan dalam apel2 yang bagus, maka apel2 yg bagus itu juga akan ikut busuk, Tapi ketika apel bagus dimasukan dalam keranjang yg berisi apel2 busuk, dia pun akan ikut busuk.”  -Anonim-

Intinya sseorang yg berwatak buruk dimanapun berada akan memberi dampak yang buruk dilingkunganya, kecuali jk dia mau bertobat, hehehehe… 😀

Tapi jujur ya, gw juga pernah kok bergaul sm anak2 bandel. malah wkt gw masih TK smpai SMP gw lebih seneng bergaul sm cwok2 bandel,,, Paling seneng kalo diajak maen bola sm bulu tangkis. ceritanya sih biar ikut maco,.. kenyataanya gw malah yg suka ngajak ribut, maen pukul2an sgala lagiiii.. Untungnya seorang teman waktu SMP ngajak gw tobat “Subhanallah… Alhamdullilah sekarang udh nggak tomboy dan berantem2an lagi,pake kerudung lagi… tapi sifat bandel dan keukeuhnya belom ilang2 juga, hehehe” XD

Oke.. sekarang gw  jelasin baik buruknya si melankolis..
KEKUATAN:
* Analitis, mendalam, dan penuh pikiran
* Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal
* Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)
* Sensitif
* Mau mengorbankan diri dan idealis
* Standar tinggi dan perfeksionis
* Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)
* Hemat
* Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)
* Kalau sudah mulai, dituntaskan.
* Berteman dengan hati-hati.
* Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
* Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi
* Sangat memperhatikan orang lain

KELEMAHAN:
* Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)
* Mengingat yang negatif & pendendam
* Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah
* Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan
* Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah
* Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)
* Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan
* Hidup berdasarkan definisi
* Sulit bersosialisasi dan sifat dasanya adalah tertutup
* Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya
* Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)
* Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)
* Memerlukan persetujuan

PLEGMATIS:


KEKUATAN:
* Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh
* Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
* Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
* Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)
* Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
* Penengah masalah yg baik
* Cenderung berusaha menemukan cara termudah
* Baik di bawah tekanan
* Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan
* Rasa humor yg tajam
* Senang melihat dan mengawasi
* Berbelaskasihan dan peduli
* Mudah diajak rukun dan damai

KELEMAHAN:
* Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru
* Takut dan khawatir
* Menghindari konflik dan tanggung jawab
* Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)
* Terlalu pemalu dan pendiam
* Humor kering dan mengejek (Sarkatis)
* Kurang berorientasi pada tujuan
* Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri
* Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat
* Tidak senang didesak-desak
* Menunda-nunda / menggantungkan masalah.

SANGUINIS:
KEKUATAN:
* Suka bicara
* Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif
* Antusias dan ekspresif
* Ceria dan penuh rasa ingin tahu
* Hidup di masa sekarang
* Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)
* Berhati tulus dan kekanak-kanakan
* Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)
* Umumnya hebat di permukaan
* Mudah berteman dan menyukai orang lain
* Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian
* Menyenangkan dan dicemburui orang lain
* Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam)
* Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan
* Menyukai hal-hal yang spontan

KELEMAHAN:
* Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)
* Membesar-besarkan suatu hal / kejadian
* Susah untuk diam
* Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank)
* Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele
* RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)
* Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)
* Mudah berubah-ubah
* Susah datang tepat waktu jam kantor
* Prioritas kegiatan kacau
* Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas
* Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya
* Egoistis
* Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama
* Konsentrasi ke How to spend money❠daripada How to earn/save money

KOLERIS

KEKUATAN:

* Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif
* Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan
* Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target
* Bebas dan mandiri
* Berani menghadapi tantangan dan masalah
* “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”.
* Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat
* Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas
* Membuat dan menentukan tujuan
* Terdorong oleh tantangan dan tantangan
* Tidak begitu perlu teman
* Mau memimpin dan mengorganisasi
* Biasanya benar dan punya visi ke depan
* Unggul dalam keadaan darurat

KELEMAHAN:
* Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)
* Senang memerintah
* Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai
* Menyukai kontroversi dan pertengkaran
* Terlalu kaku dan kuat/ keras
* Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik
* Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci
* Sering membuat keputusan tergesa-gesa
* Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain
* Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan
* Workaholics (kerja adalah tuhan-nya)
* Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf
* Mungkin selalu benar tetapi tidak populer

sumber:

http://ferizkurniawan.com/pengetahuan/4-sifat-manusia-plegmatis-melankolis-sanguinis-koleris 

http://www.gratisbaca.com/karakter-manusia-terdiri-dari-4-tipe/